Sabtu, 07 Mei 2011

Budidaya Parkit

Parkit yang bisa kita jumpai di pasar-pasar burung sekarang ini sesungguhnya merupakan hasil penjinakan jenis parkit liar di Australia. Proses penjinakannya sudah lama terjadi. Ketika Kapten Cook mendarat pertama kali di benua Australia.

Di antara kelompok burung-burung berparuh bengkok,parkit termasuk yang sangat populer karena bulunya yang berwarna-warni dan sifatnya yang mudah beradaptasi dengan alam di sekitarnya. Menurut Forshaw (1989), panjang tubuh burung parkit rata-rata adalah 18 cm dengan berat badan antara 26-29 gram. Lebih lanjut dinyatakan, dari 8 parkit jantan diketahui panjang sayapnya antara 93-100mm, ekor 91-103mm, culmen (paruh bagian atas)9-10mm dan tarsus 13-15mm. Untuk betina, dari 9 parkit betina diketahui memiliki panjang sayap antara 93-104mm, ekor 88-99mm, culmen 9-11mm, dan tarsus 14-15mm.
Parkit dewasa mempunyai warna bulu tubuh bagian atas bercorak hitam dan kuning,sedangkan tungging dan tubuh bagian bawah berwarna hijau. Muka dan kepala bagian depan berwarna kuning. Ujung bulu-bulu pipi berwarna biru violet atau lembayung dan berbintik-bintik hitam melintasi kerongkongan. Bulu-bulu penutup sayap di bagian bawah berwarna hijau. Bulu-bulu ekor berwarna biru kehijauan dan pada bulu-bulu lateral terdapat sambungan kuning di tengah-tengahnya.
Parkit yang belum dewasa warna bulunya tampak lebih gelap daripada yang dewasa. Selain itu, tidak terdapat bintik-bintik hitam pada kerongkongan dan warna corak pada kepala bagian depan.
Iris mata berwarna putih (untuk yg dewasa) dan kehijauan (untuk yg muda). Paruh berwarna abu-abu violet. Cere (lubang hidung) berwarna biru (untuk yang jantan) dan kecokelatan (untuk yg betina). Kaki berwarna biru kehijauan.
Parkit jantan dikenal sangat setia dengan pasangannya. Kesetiaan ini terjadi dalam periode yang cukup panjang. Pada saat parkit betina sedang aktif bertelur di dalam sarang, parkit jantan dengan sabar menunggu di dekatnya sambil bersiul. Apabila ada parkit lain yang mengusik, serta merta parkit jantan akan menghalaunya. Selama proses bertelur parkit betina menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam sarang. Burung ini akan keluar sebentar dari sarangnya bila ingin makan atau minum.

Biasanya parkit bertelur pada pagi hari. Telur parkit berwarna putih bersih, bentuknya agak bulat dengan ukuran panjang dan lebar rata-rata 18,6 mm x 15 mm. Berat tiap telur rata-rata 2,5 gram. Jumlah telur yang dihasilkan rata-rata enam butir. Waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi telur-telur tersebut kurang lebih 19 hari.
Selesai periode bertelur, induk betina akan mengerami telur-telurnya. Parkit jantan tidak ikut dalam proses pengeraman. Pejantan hanya mngirim makanan dari luar kotak sarang untuk betinanya. Biasanya, pengeraman berlangsung selama 17 hari. Setelah itu telur akan menetas.

0 comments:

Posting Komentar